Kata @diniianggraeni Soal Klinik Kopi.

klinik kopi

Klinik KOpi

Ini murni dr twit mbak @diniianggraeni

dari : https://twitter.com/diniianggraeni/status/385083865020121088

mulai :

selamat malam tuips~ pengen share sedikit tentang perjalanan random malam ini~

perjalanan malam ini diprakarsai oleh seorang teman, sebut saja @vhalianoo yang ceritanya pengen nyumbangin buku untuk adek2 di papua

buku2 ini dikumpulkan ke sebuah tempat yang namanya KLINIK KOPI. dimana dari sana kemudian akan didistribusikan ke adek2 kita di papua

perjalanan malam ini bisa dibilang agak random, karna kita sama2 gak tau tempatnya. asal jalan aja kesana berdasarkan peta dan foto yang ada

peta dan foto penampakan klinik kopi ini didapat dari hasil kepo si @vhalianoo .. dan berangkatlah kita kesana dengan mengendarai mio hitam

ternyata si klinik kopi ini gampang banget ditemuin! bentuknya persis kayak di foto. tapi kita berdua ragu mau masuk.. kok sepi gitu~~

jadi si klinik kopi ini konsepnya lucu.. di halamannya berdiri pohon2 jati yang tertata rapi.

bangunan klinik kopi ini minimalis tapi bisa memaksimalkan angin yang mau masuk, alias didalemnya pun adem walopun tanpa AC. sepoi-sepoi~~

yang jadi pertanyaan pertama ketika sampe di klinik kopi ini, “KOK INI GAK ADA MEJA KURSINYA SIH?”

yang aku dan @vhalianoo saksikan pertama kali adalah orang2 gelesotan di lantai dengan secangkir kopi. tanpa meja tanpa kursi..

nah, karna tujuan utama kita ke klinik kopi ini mau ngumpulin buku.. jadi ya kita ngumpulin buku. dan berniat mau langsung cabut

tapi niat mau langsung cabut itu tadi kemudian berubah seketika. karna obrolan kecil. sekedar ditawarin kopi. ya. KOPI.

pertanyaan yang pertama kali terlontar dari mulutku adalah “menunya apa aja mas?”

dan malah diketawain sama masnya. sebut saja mas pepeng. #dankemudianDinikbingung .. ditanyain menu malah diketawain

ternyata di klinik kopi ini memang gak ada menunya. kopi yang kita minum adalah hasil dari konsultasi kita dengan si mas pepeng ini

konsultasi dimulai dengan penjelasan berbagai jenis kopi, biji kopi, kandungan kopi, proses ‘nggoreng’ kopi, dll…

di klinik kopi ini, si mas pepeng memilih untuk pake niji kopi Arabica, yang bijinya kecil2 #semogaDinikgaksalahinget

biji kopi yang dipilih adalah biji kopi yang dihasilkan di indonesia. dari sabang sampe merauke. dari aceh sampe papua.

dijelasin juga tentang aroma kopi. aku yang awam kopi ini dulu mikirnya ya bau kopi sama aja.. TAPI TERNYATA ENGGAK LHO tuips

pertama dikasih liat aroma dr kopi yang disangrai secara tradisional. baunya agak2 gosong gitu.. itu adalah hasil sangrai petani kopi

terus kita dikasih liat bau2 kopi yang disangrai pake alat khusus yang konon katanya alat sangrai nya berharga ratusan juta

hihihi ternyata bau kopi beda2 tuips! dan warnanya beda2 juga lho~

proses sangrai kopi juga beda2. ada yang 8 menit, 12menit, dll.. tergantung jenisnya..

kemudian sampailah kita pada tahap “mau dibikinin kopi” yg dimulai dgn pertanyaan mas pepeng “biasa minum kopi pake apa?”

terus ditanyain deh aku mau kopi yang gimana.. dan aku pilih kopi yang ‘low acid’ karna aku bermasalah sama maag. takut kenapa2..

pertanyaan berikutnya dr mas pepeng “mau pekat apa medium?” dan gapake mikir aku langsung jawab “medium” dan langsung ditanya “knp medium?

ya~ jelaslah aku gak ngerti harus jawab apa.. karna aku adalah gatau apa2 tentang kopi

katanya kalo minum kopi itu enak yang pekat. beneran. kalo medium, apalagi pake campuran itu kurang sedep.

tapi karena aku bermasalah dengan maag, maka diputuskan lah kopi ku akan medium. demi keamanan perut.. dan yang low acid

setelah sekitar setengah jam konsultasi ngalorngidul.. biji kopi yang terpilih untuk aku adalah biji kopi TAKENGON. *horeee*

biji kopi ini asalnya dari Takengon, Aceh. kandungan asamnya rendah. proses sangrainya berapa lama.. hhmm.. lupa.. #maapkanDinik

proses selanjutnya adalah menghancurkan biji kopi, dan dikasih air trus diperesperes di mesin #Diniknorak

sebelum secangkir kopi ini sampe ke tanganku, si mas pepeng ini bilang, di suhu 40derajat, kopi ini akan manis rasanya..

*horeee* aku pun menyambut dengan girang cangkir kopi pertamaku yang sama sekali tanpa campuran

dengan sigap aku angkat cangkir, mau minum, tapi masih panas. dan si mas pepeng ini bilang “minum kopi jangan ditiup mbak”

hahaha #Dinikgataubegituan .. jangan ditiup karna seninya minum kopi ya jangan ditiup.. gitudeh~

dan secangkir kopi Takengon ku ditemani oleh beberapa biji biskuit kelapa r*ma.. yang mana rasa biskuit ini terasa endang bambang tuips~

selanjutnya adalah waktu pemilihan kopi untuk rekan aku, si @vhalianoo .. proses pencariannya lebih cepet. doi gapunya pantangan apa2

kopi yang terpilih untuk si @vhalianoo adalah Toraja, dan doi pilih kopi pekat..

lucunya lagi di klinik kopi ini, kita bayar sendiri, ambil uang kembalian sendiri. harga semua kopi sama. mau pekat, mau medium.. apapun..

kalo mau nambah es krim beda lagi sih harganya.. *tapi selama disana aku gak nemu orang yang nambah eskrim*

dan kemudian *horeee* aku dan @vhalianoo beranjak duduk ke lesehan. yg antri mau konsultasi udah banyak~

FYI tuips, di klinik kopi ini selain gak ada meja kursi, jg gak ada wifi. menurutku agak aneh untuk tempat nongkrong jaman skrg ga ada wifi

jadi penjelasannya adalah.. karena di klinik kopi ini, yang diinginkan adalah orang ngopi, sambil ngobrol.. bukan megangin gadget..

ingin menciptakan suasana ngopi sambil ngobrol tanpa gadget karna hari2 kita ini udah dipenuhi dengan megangin gadget

bahkan dia punya konsep pengen nyediain ‘keranjang’ buat naro gadget2 customer biar bisa ngobrol bebas disana tanpa teganggu..

menurutku konsepnya mulia banget. memisahkan manusia dan gadget nya sesaat untuk menikmati kopi dan menikmati ngobrol

kita bisa banget sih ngobrol bebas disana, walopun tempatnya gak begitu luas. mau gelesotan juga bebas..

tapi kalo mau nggosip heboh sih mending ditempat lain tuips.. kedengeran sama yang lain takutnya agak ngganggu to.

btw, klinik kopi ini beroprasi cuma 5jam. dari jam17.00-22.00

oiya, di klinik kopi ini gak ada papan penunjuk arahnya *padahal masuk gang* dan didepan bangunan gak ada penanda apapun

kata mas pepeng sih, emang sengaja gak ada visualisasinya.. orang tau sendiri

Jadi orang suka kopi ya nyari klinik kopi, as simple as that..

 

sekian

Klinik Kopi

 

Advertisements

One thought on “Kata @diniianggraeni Soal Klinik Kopi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s