Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Dari gestur tubuhnya, kami menangkap kebangaan yg luar biasa terhadap apa yg beliau lakukan. Memetik, ngasih pupuk, pengeringan dan terakhir adalah mensruput kopi dengan aroma yg wangi.

Kopi ini tumbuh liar sekitar rumah mereka, bahkan sampai ada yg jatuh dan tumbuh lagi.
Kami melakukan pendekatan secara kekeluargaan, mereka kami anggap keluarga, bukan buruh atau bawahan kami. Kami menganggap merekalah justru garda utama kopi enak dimulai.

Perjalanan pendampingan masih berlanjut, masih ada pengeringan dan packing yg mereka masih belum paham betul. Yah, pelan-pelan….

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Tidak Percaya

Bapak ini berkali-kali mencium aroma kopinya. Sempet ga percaya kalo kopinya bisa wangi seperti ini. Kami bilang ” Bapak, kopi enak dan wangi bermula dari petani”. Kenapa musti petik merah, kenapa pengeringan harus di jaga, kenapa pohon kopi harus dirawat. Hasilnya akan ketahuan pas begini. ” ini ga Kopi tidak selalu pahit.  Di foto ini jelas bahwa kopi yg kami roasting tidak pahit, tapi asam. Kami roasting di level light roasted ( belajar dr nylon singapore dan market lane australia). Di level light roasted, kopi jadi tidak pahit. Orang yg tersugesti kopi selalu pahit, akan kaget dengan rasa kopi kok asam.  Bagi kami, tingkat roasting itu penting, itu kenapa akhirnya kami punya alat roasting dan menentukan profile sendiri.  Tapi tetep, garda utamanya adalah dari tangan petani….pake gula, tapi kok aromanya ada gula jawanya “… Kami meyakinkan ke beliau, kalo kopi petik merah, maka kopi akan wangi dan nikmat…itulah kenapa akhirnya weekendpun kami ambil libur, hanya pengen bertemu dan nyeduh kopi dengan sang penanam dan perawat kebun kopi.

 

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Sangat mengharukan.

Inilah pertama kali seumur hidup petani ngicipi kopi mereka dengan kualitas roastingan bagus. Biasanya mereka minum kopi dengan kualitas dark roasted dan udah jadi bubuk.

Tadi pagi mereka mencicip kopi yg mereka tanam sendiri. Banyak yg rata2 kaget dengan wangi dan rasa kopinya. ” KOK GA PAHIT ?? ” kata mereka.

Kembali lagi, kopi enak dimulai dari petani dan kami kembalikan ke petani.

Dengan mereka mencicip kopi enak, maka mereka akan menjaga kebun kopi mereka layaknya anggota keluarga…. Dengan cinta.

11825198_10153601741906095_5379753290863069935_n

 

Kopi tidak selalu pahit.

Di foto ini jelas bahwa kopi yg kami roasting tidak pahit, tapi asam. Kami roasting di level light roasted ( belajar dr nylon singapore dan market lane australia).

Di level light roasted, kopi jadi tidak pahit. Orang yg tersugesti kopi selalu pahit, akan kaget dengan rasa kopi kok asam.

Bagi kami, tingkat roasting itu penting, itu kenapa akhirnya kami punya alat roasting dan menentukan profile sendiri. Tapi tetep, garda utamanya adalah dari tangan petani….

 

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Kopi Arabica Puncak Suroloyo Kulonprogo

Senyum petani bahagia.

Tadi kami melakukan transaksi kopi dengan kualitas klinik kopi. Udah di sortir, baunya wangi dan kadar airnya pas banget.

Lalu Pak Mur ada stok 13kg, langsung kami angkut tanpa basabasi.

Ini kopi hasil edukasi pas kami datang puasa lalu. Kualitas kopi yg datang kami kedua kalinya sudah jauh lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s